BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya Sri Astiana menyampaikan, tahun 2024 ini ada sebanyak 99 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang siap mencoblos pada pemilu bulan Februari mendatang.
Meskipun 99 WBP terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), 115 lainnya menghadapi kendala, termasuk data identitas yang belum lengkap. Sri Astiana menyebutkan saat ini pihaknya aktif koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dukcapil untuk memastikan kelengkapan data.
Sebanyak 7 personel Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) telah disiapkan, dengan koordinasi bersama kepolisian dan TNI untuk pengamanan pemilu di lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya.
"Petugas Lapas juga diinstruksikan untuk memilih di wilayah masing-masing sebelum melibatkan diri dalam pengamanan pemilu," katanya, Sabtu 13 Januari 2024.
Sri Astiana mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya berencana berkoordinasi dengan KPU untuk menyampaikan informasi pasangan calon kepada WBP. Sehingga pihak KPU bisa melakukan sosialisasi kepada WBP Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya.
--page
"Sri Astiana berharap pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan lancar dan menyerukan netralitas Aparat Negeri Sipil (ASN) untuk menjaga prinsip transparansi, kejujuran, dan keadilan dalam proses demokrasi," pungkasnya. (PATHUR/H)









