BORNEONEWS, Sampit - Bunyi senjata semi otomatis dan peluru berseliweran di kawanan Pangkalan Bun Park, Minggu (8/5/2016). Satu tim yang terdiri dari tiga orang bersenjata semi otomatik terlihat memuntahkan peluru dari senjatanya, sambil berlindung. Rupanya mereka mendapatkan perlawanan sengit dari tim yang menyerbu dari sisi berbeda. 


Setelah beberapa saat peluru saling berseliweran, satu persatu musuh dari sisi berbeda bertumbangan. Pertempuran puin selelai. Tetapi lawan yang terkena tembakan tadi, ternyata tidak tewas. Sambil tertawa-tawa mereka malah menyalami tim yang memenangkan pertempuran. Kenapa demikian? Karena pertempuran tersebut hanya permainan belaka yang menggunakan senjata berjenis airsoft gun.


Sesekali terdengar gelak tawa puluhan penonton yang hadir di tempat tersebut, saat seorang pemain jatuh terjungkal. Kadang juga terdengar teriakan riuh dari penonton yang menyemangati lawan.


Pasalnya hari itu digelar eksebisi Airsoft Gun Close Quarter Battle (CQB) atau bertempuran jarak dekat 3 on 3. kegiatan yang digelar Federasi Airsoft Indonesia (FAI) Pengurus Daerah (Pengda) Kalimantan Tengah.


Ketua FAI Pengda Kalteng Mas Masdani dilokasi kegiatan menjelaskan kegiatan ini sengaja digelar pihaknya untuk lebih memasyarakatkan permainan airsoft gun.


"Untuk itulah hari ini digelar pertandingan eksebisi antar tim dari masyarakat umum. Tujuanya agar mereka mengetahui tentang permainan perang-perangan ini. Karena selama ini banyak persepsi keliru mengenai airsoft gun dan air gun. Contohnya saat terjadi peristiwa penembakan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang terjadi di jalan tol di Jakarta beberapa tahun lalu," jelasnya.


Padahal, lanjutnya dua jenis senjata berbeda jenisnya.


"Untuk airsoft gun yang digunakan dalam permainan hari ini menggunakan peluru bulat yang terbuat dari plastik. Selain itu agar bisa menyemburkan peluru, senjata yang berukuran sama dengan aslinya itu menggunakan tenaga baterai. jadi peluru yang dikeluarkan tidak berbahaya, namun cukup sakit bila kena kulit. Untuk itulah pelindung seperti kacamata (google) rompi dan pelindung kepala wajib digunakan," ujarnya.


Namun untuk air gun, jenis peluru dan mekanisme senjata sangat jauhg berbeda. "Pelurunya menggunakan gotri yang terbuat dari logam. Kemudian mekanisme meletusnya senjata menggunakan gas CO2. sehingga daya tembaknya menjadi lebih kuat dan lebih berbahaya. Nah senjata inilah yang seringkali disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.


Setelah beberapa tim saling beradu skill bertempur, akhirnya tim Citra Kecubung Photography Community (CKPC) Pangkalan Bun menjadi kampiun dalam pertempuran ini. dalam babak final mereka berhasil menumbangkan "menewaskan" tim Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) sehinga tim tersebut harus puas menjadi runner up. (WAHYU KRIDA/m)