PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala UPTD Puskeswan, drh Eko Hari Yuwono mengingatkan para peternak babi agar tidak membuang bangkai babi yang mati akibat sakit dengan sembarangan.

"Kalau ada babi yang mati, bangkainya di kubur, jangan dibuang sembarangan," kata drh Eko kepada Borneonews pada Minggu, 14 Januari 2024.

Menurut Eko, penyakit seperti ASF yang disebabkan oleh virus tidak bisa hilang begitu saja karena itu penanganan bangkai yang sudah tertular harus dikubur dengan aman agar tidak menular kepada babi yang masih sehat.

"Karena akan memperluas penularan ke peternak-peternak lainnya juga kalau dibuang sembarangan, penularannya bisa melalui air dan lalat," tegasnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah ini menjelaskan bahwa sejak Desember 2023 lalu kasus African Swine Fever atau ASF yang juga dikenal dengan Virus Demam Babi Afrika ternyata sudah menjadi Kejadian Luar Biasa atau KLB di Kota Palangka Raya.

--page

"Sudah dari Desember 2023 kemarin sudah outbreak ASF lagi sampai sekarang," kata Kepala UPTD Puskeswan, drh Eko Hari Yuwono kepada Borneonews pada Jumat, 12 Januari 2024.

Outbreak atau KLB dinilai dari peningkatan kejadian kasus penyakit yang lebih banyak daripada ekspektasi normal di suatu area atau pada suatu kelompok tertentu, selama suatu periode waktu tertentu.

"ASF belum ada vaksinnya, pencegahan hanya dengan biosecurity yang ketat. Tidak ada toleransinya kalau mau berhasil ternak babi untuk saat ini," tegas Eko. (TESTI PRISCILLA/J)