BORNEONEWS, Palangka Raya - Sosialisasi Bijak Bermedia Sosial disampaikan Ketua Tim Virtual Bidhumas Polda Kalteng, Ipda H Shamsuddin kepada para SMAN 5 Palangka Raya pada upacara Senin pagi.
"Pepatah lama mengatakan bahwa, mulutmu adalah harimaumu. Artinya, jika tidak pandai mengendalikan bicara atau menjaga mulut, kita akan celaka menderita. Kini, di era teknologi informasi, pepatah jarimu adalah jerujimu bisa berlaku," kata Ipda Shamsuddin dalam rilis yang dikirimkan SMAN 5 Palangka Raya pada Senin, 15 Januari 2024.
Jika tidak bijak menggunakan jari dalam bermedsos, lanjutnya, maka bisa ditahan di balik jeruji penjara.
Di hadapan lebih seribu siswa peserta upacara, Shamsuddin mengajak generasi milenial itu untuk bijak, cerdas, dan mencegah lima hal dalam bermedia sosial, yakni Hoaks, Pornografi, Perjudian daring, Ujaran kebencian, dan SARA yang disingkat HPPUS.
"Kita semua dan para siswa harus mencegah dan menghentikan atau menyetop segala bentuk HPPUS," ajaknya.
--page
Senada dengan hal tersebut Kepala SMAN 5 Palangka Raya, M Ramli juga mengatakan bahwa media sosial kini hampir tak pernah lepas dari genggaman tangan dan kehidupan sebagai manusia.
"Setiap hari kita selalu menggunakan media sosial untuk berkomunikasi, berbagi informasi, belajar, bekerja, dan beragam aktivitas. Banyak hal positif dari penggunaan media sosial. Sisi negatif yang menimbulkan dampak buruk juga tidak sedikit," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









