BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Palangka Raya terus melakukan pemantauan harga barang di pasar-pasar tradisional dan modern.
Tujuannya adalah untuk menetapkan strategi pengendalian inflasi tahun 2024.
Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu mengatakan, upaya pengendalian inflasi harus dilakukan sejak awal tahun sesuai arahan Menteri Dalam Negeri.
Menurutnya inflasi berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kami akan terus berkoordinasi dengan TPID provinsi dan pusat untuk mengantisipasi faktor-faktor yang bisa menyebabkan inflasi. Kami juga akan mengoptimalkan pasar murah sebagai penstabilan harga," katanya, Selasa, 16 Januari 2024.
--page
Hera menjelaskan, beberapa komoditas yang menjadi perhatian TPID Kota antara lain beras, daging, telur, cabai, bawang dan sayuran.
Ia mengimbau kepada pedagang dan konsumen untuk tidak melakukan spekulasi harga yang bisa merugikan pihak lain.
"Kami harapkan ada keseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar. Jangan sampai ada kelangkaan atau kelebihan barang yang bisa memicu inflasi. Kami juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam berbelanja," pungkasnya. (HENDRI/j)









