PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Usai belasan makam di Taman Pemakaman Umum (TPU) Samari, RT 25, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ambles akibat tergerus air, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) kabupaten setempat akan melakukan penataan.

Penataan dilakukan bukan hanya terbatas pada sarana dan prasarana, tetapi juga pembuatan saluran drainase di sekeliling area makam, mengingat area TPU hingga saat ini tidak memiliki drainase.

Kepala Dinas Perkim Kobar Edy Rahman mengatakan, setelah mendapat informasi adanya belasan makam yang amblas, mereka langsung melakukan inventarisasi dan menghubungi keluarga dan rukun kematian setempat, untuk segera memperbaiki makam yang rusak.

"Betul sudah kami sampaikan kepada keluarga yang makam anggota keluarganya ada di TPU Samari, selain itu kita juga hubungi rukun kematian untuk segera datang ke makam Samari," ujarnya, Selasa, 16 Januari 2024.

Menurutnya, faktor utama runtuhnya makam di TPU Samari selain karena curah hujan yang tinggi, juga diakibatkan oleh ketiadaan drainase di area TPU.

--page

Selain itu, faktor lainnya karena saat proses pemakaman tanah penimbunan jenazah tidak padat. Sehingga ketika arus air deras menggerus tanah, makam menjadi amblas.

Ditegaskannya meski penataan akan dilakukan pada tahun 2024 ini, namun kegiatan akan dilakukan secara bertahap dengan melihat kebutuhan anggaran yang diperlukan.

"Tahun ini kita rencanakan penataan makam Samari, nanti bertahap yang mana yang akan menjadi prioritas, termasuk drainase atau parit dan sekaligus gazebonya," pungkasnya. (DANANG/y)