SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Layanan jemput bola perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kotawaringin Timur perlu sinergi dengan pemerintah kecamatan agar lebih deketahui masyarakat.

"Setiap ada kunjungan ke Kecamatan, kami melakukan sosialisasi dan pelayanan selama ini tapi memang kurang ada masyarakat yang mengetahui," kata Kepala DPMPTSP Kotim Diana Setiawan, Selasa, 16 Januari 2024.

Padahal pihaknya telah memberikan surat edaran kepada pemerintah kecamatan agar disosialisasikan kepada desa/kelurahan. Agar masyarakat mengetahui bahwa DPMPTSP membuka layanan perizinan.

Layanan jemput bola DPMPTSP pernah dilaksanakan di Kecamatan Parenggean, daerah Utara yang termaju di Kotim. Ia menargetkan minimal melayani 200-300 orang. Namun kenyataannya hanya 12 orang yang memanfaatkan pelayanan perizinan jemput bola.

"Saya merasa tidak puas. Lalu saya jalan ke pasar-pasar ternyata mereka tidak mengetahui bahwa kami melakukan pelayanan di sana. Berarti memang dari pihak kecamatan dan desa belum menyampaikan sosialisasi," imbuhnya.

--page

Hal serupa ia jumpai saat membuka layanan jemput bola di Pasar Sebabi. Lokasi tersebut sengaja dipilih agar lebih dekat dengan masyarakat. Namun pihaknya hanya mendapati 150 orang memanfaatkan layanan tersebut darintarget 300-400 orang.

"Padahal orang jualan di sepanjang itu banyak sekali. Waktu itu kami membawa 14 orang pelayanan tetapi yang didapat hanya 150 dan itu yang menjadi program kita ke depan bagaimana memberikan sinergitas dengan Kecamatan," ujarnya.

 Lebih lanjut, DPMPTSP Kotim telah melakukan layanan jemput bola di Kecamatan Kota Besi, Cempaga, Cempaga Hulu, Parenggean, Telaga amAntang, Telawang, Mentaya Hilir Utara, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Mentaya Hilir Selatan, dan Teluk Sampit.

"Kami beli modem sendiri memakai tiang untuk memperlancar pelayanan ke desa-desa khususnya daerah utara cukup sulit jaringan sehingga kami tinggikan tiangnya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)