BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samari, RT 25, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan ambles akibat derasnya air hujan yang mengguyur tempat makam tersebut pada Minggu, 14 Januari 2024 lalu.
Lurah Madurejo, Deni Januar menanggapi hal tersebut. Ia mengayakan, ada sekitar 10 sampai 15 makam yang mengalami rusak parah hingga ambles pascahujan deras yang mengguyur minggu lalu.
"Dari penjaga makam Samari sudah mengabari keluarga yang ada makamnya di sana dan dibantu petugas makam juga untuk membantu menutup lubang-lubang," katanya, Selasa, 16 Januari 2024.
Dari pantauan tim Borneonews, hingga kini, ada sekitar 4 makam yang masih dalam kondisi amblas parah tergerus air akibat tingginya curah hujan mengguyur Pangkalan Bun baru-baru ini.
Menurutnya, kondisi amblas tersebut disebabkan oleh faktor lainnya seperti proses penimbunan jenazah belum padat serta belum adanya drainase di area TPU.
--page
"Selain curah hujan yang tinggi, tidak adanya drainase, kalau ada drainasenya setidaknya air tidak sampai menggenang dan menyebabkan air masuk, dan menggerus tanah," katanya.
Ia berharap, TPU Samari Pangkalan Bun mendapatkan penaataan kembali dengan menambahkan drainase di lingkungan sekitar, pembangunan toilet umum, hingga perbaikan gezebo yang sudah mulai tak layak pakai.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Kotawaringin Barat, Edy Rahman mengatakan bahwa pascaamblesnya sejumlah makam di TPU Samari Pangkalan Bun, pihaknya sudah melakukan invetarisasi serta menghubungi keluarga dan rukun kematian setempat untuk memperbaiki makam amblas tersebut.
Edy menyampaikan pula bahwa pihaknya akan menata kembali TPU Samari Pangkalan Bun secara bertahap dengan melihat anggaran tahun 2024.
"Tahun ini kita rencanakan penataan makam Samari, nanti bertahap yang mana yang akan menjadi prioritas, termasuk drainase atau parit dan sekaligus gazebonya,” ujarnya. (NURITA/Y)









