SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor menanggapi masalah RSUD dr Murjani Sampit yang akhir-akhir ini dikabarkan menolak pasien. Ia menegaskan, kejadian tersebut hanya salah paham.

"Kemarin sudah dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan yang bersangkutan salah memahami. Mereka tidak mengajukan persyaratan untuk mendapat BPJS Kesehatan," kata Halikinnor, Rabu, 17 Januari 2024.

Sehingga, tenaga kesehatan di Puskesmas meminta pasien mengurus BPJS Kesehatan. Kemudian pasien tersebut langsung ke RSUD dr Murjani dan petugas menanyakan apakah pasien membayar atau tidak.

"Saya tegaskan Kotim tetap UHC (Universal Health Coverage) tidak ada masyarakat yang tidak ada terlayani. Sampai saya katakan sebut saja nama saya, saya akan membayar di rumah sakit atau dimanapun," ujarnya.

Dia melanjutkan, Kotim masih mendapat jatah 12.000 orang untuk ditanggung kesehatannya bagi masyarakat tidak mampu.

--page

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Umar Kaderi mengatakan hal serupa. Kejadian yang viral diperbincangkan di sosial media hanya miss komunikasi antara pasien dengan petugas kesehatan. Hal seperti itu sudah beberapa kali terjadi, namun tidak terendus media.

"Masyarakat Kotim sudah tercover BPJS semua. Yang selama ini kita berlakukan begitu mereka tidak punya BPJS berobat ke puskesmas atau di rumah sakit tetap advokasi supaya mengurus BPJS dan masuk database Dinas Kesehatan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)