PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berupaya maksimal, dalam penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di wilayah setempat.

Pj  Bupati Kobar Budi Santosa Sudarmadi melalui Plh Sekda Kobar Juni Gultom mengatakan, bahwa pemerintah daerah bisa menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), untuk penanganan kebencanaan termasuk kasus DBD. Hanya saja untuk penggunaan dana cadangan tersebut dilihat level dari kasus tersebut. 

"Kita bukan tidak ada anggaran, sebab berdasarkan kesepakatan bersama DPRD Kobar, telah di siapkan  dana cadangan sebesar Rp 6 miliar lebih, dana tersebut bisa di gunakan jika dalam darurat," Kata Plh Sekda Kobar Juni Gultom usai menghadiri pengukuhan Rektor Universitas Antakusuma Pangkalan Bun, Rabu, 17 Januari 2024.

Lanjut Juni Gultom, termasuk juga untuk penanganan kebencanaan maupun penanganan kasus seperti DBD, hanya saja untuk kasus DBD ini belum mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Kobar, apakah sudah masuk status kejadian luar biasa, jika memang mendesak bisa di gunakan anggaran itu. 

Berdasarkan laporan baik dari pihak RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan Dinas Kesehatan Kobar, saat ini memang ada peningkatan kasus DBD di bandingkan dari tahun sebelumnya, bahkan penyebarannya hampir di semua Kecamatan di Kobar. 

--page


Pemerintah daerah lanjut Juni Gultom, melalui Dinas Kesehatan, telah melakukan penanganan di lapangan, agar penyebarannya tidak makin meluas, seperti melakukan penyemprotan di wilayah terjadinya kasus DBD. 

"Dalam penanganan kasus DBD ini, pemerintah daerah Kobar bersama Pemerintah desa dan masyarakat telah  bahu membahu untuk memutus mata rantai penyebaran kasus DBD, dimana masyarakat bersama aparat desa /Kelurahan melakukan gotong royong  membersihkan lingkungan, agar tidak ada tempat untuk bersarangnya dan berkembang biak nyamuk aedes aegypti," ungkapnya.

Selain itu, Juni Gultom mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan Pola 5 M, mengubur barang bekas yang dapat menampung air, menutup tensot penampungan air, menguras bak mandi, menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit untuk di bersihkan, serta mengganti air di vas bunga. (DANANG/Y)