SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kabar sejumlah hotel yang ada di Sampit, Kabupaten Kotawatingin Timur (Kotim) dijadikan tempat prostitusi makin merebah dalam beberapa waktu terakhir. 

Wartawan Borneonews.co.id sendiri berupaya melakukan penelusuran di lapangan, dan menemukan informasi bahwa para germo menggunakan aaplikasi online untuk transaksi jasa seks (jual wanita) yang bekerjasama dengan mereka. 

Para germo tersebut dikategorikan masih muda, dan rata-rata berjenis kelamin laki-laki. Bahkan beberapa diantara mereka merupakan pacar perempuan yang menjadi pelayan seks tersebut. 

Mereka menggunakan sejumlah hotel sebagai markas dan jugaa tempat untuk melepas sahwat para pria hidung belang yang menggunakan jasa. 

Menurut pengakuan perempuan berumur 18 tahun, dirinya sengaja dijual oleh pacarnya karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Namun yang menjadi alasan terbesarnya adalah masalah keluarga yang berantakan.

--page

Perempuan yang meminta namanya tidak di sebutkan ini juga mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa harus melayani pria hidung belang dengan tarif Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu.

"Dalam sehari saya bisa dapat tamu tiga sampai lima tamu. Dengan tarif yang bermacam macam. Juga saya memilih tamu yang masih muda saja," katanya, kepada media ini, Selasa, 16 Januari 2024

Untuk membayar sewa kamar hotel, dirinya mengaku patungan bersama sang kekasih dalam jangka waktu dua hari hingga sepekan. 

"Yang mencarikan tamu itu pacar saya menggunakan aplikasi itu. Dan
kalau ada tamu, pacar saya keluar nunggu di loby atau keluar jalan pakai sepeda motor," ungkapnya.

Selama ini menurutnya jika ada razia, pihak hotel atau penginapan akan menginformasikan. Sehingga mereka selalu lolos dari razia yang dilakukan petugas.

--page

Dirinya juga menyebutkan bahwa praktek tersebut sudah banyak dilakukan di sejumlah hotel dan penginapan di Kecamatan MB Ketapang. Bahkan jika ada razia pihak hotel selalu menginformasikan sehingga mereka bisa lolos dari razia.

"Banyak yang seperti kami, yang dijual pacarnya bahkan hanya teman saja bisa dijual kalau memang mau dan butuh uang. Jadi biasanya mereka juga bagi hasil, untuk bagi hasilnya itu saya kurang tahu berapa berapanya," terangnya. (BUDDI RAHMAT H/H)