BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berbagai pelanggaran terhadap ketentuan berlalu lintas seringkali dilakukan oleh para pengguna jalan. Seperti pengemudi truk pengangkut pasir yang sengaja tidak menutup bak saat membawa muatan dan melintas di jalan raya.

Tentunya hal tersebut berpotensi membuat mata pengendara roda dua yang berada di belakang truk kelilipan pasir. Tentunya hal ini sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Terkait hal ini Kasat Lantas Polres Kotawaringin Barat (Kobar) I Kadek Vemil menjelaskan, pihaknya juga seringkali mendapatkan informasi dari masyarakat yang merasa terganggu saat berselisihan atau berpapasan dengan truk pengangkut pasir di jalanan.

"Karena hal ini berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, tentunya merupakan pelanggaran. Sanksinya berupa tindakan langsung (tilang). Rencananya penindakan hal ini akan lebih diintensifkan dengan mengambil momen Operasi Patuh Telabang 2016," jelasnya,  (9/5/2016) 

Menurutnya ioperasi yang digelar sebagai persiapan sebelum Operasi Ramadan dan Ketupat jelang dan pasca lebaran ii bertujuan agar masyaraklat lebih mematuhi   lagi peraturan lalu lintas sebelum musim arus mudk dan balik Lebaran terjadi.

"Diperkirakan pertengahan bulan ini operasi patuh tersebut digelar diseluruh Indonesia termasuk juga di wilayah tugas kami. Namun untuk di Kabupaten Kobar masih masih belum mendapatkan surat perintah pelaksanaan Operasi Patuh 2016 dari Polda Kalteng. kemungkinan pelaksanaanya sekitar 16 Mei seperti yang dilaksanakan di daerah lain," jelasnya.

TSeorang sopir truk yang mengaku bernama Supri mengatakan, ia enggan menutupi bak truk saat mengangkut pasir dengan alasan kepraktrisan. Karena mereka harus cepat-cepat mengangkut pasir yang diambil dari pertambangan pasir agar tugasnya cepat selesai.

"Bila harus ditutup terpal, tentunya kita memerlukan waktu ekstra untuk memasang terpal dan membuka terpal bila muatan pasir diturunkan. Bila terpaksa ditutup terpal ya sekenanya saja yang penting bak sudah terlihat ditutup," ujarnya dengan nada acuh.

Namun saat ditanyakan, bagaimana seandainya anggota keluarganya mengalami kecelakaan akibat kelilipan pasir yang diangkut oleh truk lainnya, ia hanya bisa tertawa, namun tidak memberikan jawaban.(WAHYU KRIDA/m)