BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Desember 2023, indeks harga yang diterima petani atau yang disingkat It naik sebesar 1,91 persen dibanding November 2023 yaitu dari 146,33 menjadi 149,13.
"Kenaikan It pada Desember 2023 disebabkan oleh naiknya It pada beberapa subsektor, yaitu Tanaman Pangan sebesar 0,71 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 2,82 persen dan Peternakan sebesar 1,68 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro pada Kamis, 18 Januari 2024.
Melalui indeks harga yang diterima petani yang disingkat Ib, kata Eko, dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
"Pada Desember 2023, Ib mengalami kenaikan sebesar 0,51 persen jika dibanding November 2023, yaitu dari 121,95 menjadi 122,57," katanya.
Kenaikan ini, lanjutnya, disebabkan oleh meningkatnya nilai Ib pada seluruh subsektor.
--page
"Yaitu Tanaman Pangan sebesar 0,57 persen, Hortikultura 0,60 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat 0,57 persen, Peternakan 0,31 persen, dan Perikanan 0,01 persen," bebernya. (TESTI PRISCILLA/j)









