BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Banjir melanda 25 desa di enam kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas. Banjir terjadi setelah intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah hulu Kabupaten Kapuas dalam beberapa hari ini, hingga mengakibatkan luapan air sungai.
Dampak dari banjir itu juga menganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, mengingat ruas jalan, rumah, fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah dan lainnya digenangi air dengan ketinggian bervariasi di tiap tempat, mulai dari ketinggian 60 cm hingga 190 cm.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga mengatakan, banjir terjadi di 25 desa di enam kecamatan, yaitu Mantangai, Pasak Talawang, Kapuas Tengah, Kapuas Hulu, Dadahup dan Timpah.
"Untuk Kecamatan Mantangai ada tiga desa, Pasak Talawang ada delapan desa, Kapuas Tengah tujuh desa, Kapuas Hulu satu desa, Dadahup satu desa dan Timpah ada lima desa," kata Panahatan Sinaga, Kamis, 18 Januari 2024.
Panahatan Sinaga melanjutkan, banjir mulai terjadi bervariasi, seperti di Desa Tumbang Mangkutup sudah 3 hari dan Desa Lapetan sudah 5 hari.
--page
"Upaya kita sudah data warga dan akan support warga terdampak dengan bahan pokok dan sandang, supaya warga di sana dapat terbantu," jelasnya. (DODI/Y)









