TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kelompok Tani Maju Bersama di Desa Siong, Kabupaten Barito Timur sukses mengembangkan budidaya komoditas bawang merah Varietas Thailand dengan usia panen 54 hari setelah tanam.

Kabar baik itu disampaikan langsung oleh Ketua Kelompok Tani Maju Bersama Rukito setelah panen perdana bawang merah Varietas Thailand.

"Hasil panennya bagus dan kelihatannya cocok untuk dikembangkan di sini," ujar Rukito singkat, Kamis. 18 Januari 2024.

Sementara itu Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Paju Epat Lukmanul Chakim menjelaskan, Kelompok Tani Maju Bersama masih mencoba budaya bawang jenis itu dengan luas lahan yang terbatas.

"Baru coba 0.25 hektare,  perkenalan atau pengenalan introduction (perkenalan/pengenalan) lahan, iklim dan adaptasi benih bawang merah," tuturnya.

--page

Menurut Lukman, setiap meter persegi lahan yang ditanami, menghasilkan panen seberat 18 kilogram bawang merah basah.

"Potensi pasarnya juga bagus, harga jual di kelompok tani Rp60.000 per kilogram basah. Hasil panen dijual di wilayah Kecamatan Paju Epat dan Dusun Timur," paparnya.

Koordinator BPP Paju Epat mengaku pihaknya terus mendampingi petani mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga pasca panen sehingga bukan saja petani berhasil melakukan budidaya tapi juga dapat memasarkan hasil panen mereka dengan baik.

Panen perdana tersebut turut didampingi oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Paju Epat Lukmanul Chakim beserta rekannya yang juga membimbing proses penanaman hingga panen.

"Kami berharap di Barito Timur atau khususnya di Kecamatan Paju Epat dapat mencapai target hasil panen dan mengalami peningkatan kesejahteraan," tandasnya. (BOLE MALO/H)