BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Banjir melanda 25 desa tersebar di enam kecamatan wilayah Kabupaten Kapuas mengakibatkan ribuan rumah warga terdampak, di awal tahun 2024 ini.
Atas kondisi tersebut, Pemkab Kapuas pun telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir untuk memaksimalkan penanggulangan warga terdampak di sana.
"Melihat sudah merata ke enam kecamatan, yang dulunya siaga darurat bencana banjir, kita tingkatkan statusnya menjadi tanggap darurat Kabupaten Kapuas selama 14 hari ke depan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Panahatan Sinaga, Jumat, 19 Januari 2024.
Penaikan status ini, kata dia supaya semua lintas sektor, Organisasi Perangkat Daera (OPD) dan instansi terkait bersama-sama bersatu padu menangani warga yang terdampak.
"Begitu tujuannya, sehingga penanggulangannya dapat optimal," ucapnya.
--page
Adapun banjir terjadi di 25 desa di enam kecamatan, yaitu Mantangai, Pasak Talawang, Kapuas Tengah, Kapuas Hulu, Dadahup dan Timpah, karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah hulu Kabupaten Kapuas tersebut dalam sepekan terakhir hingga mengakibatkan luapan air sungai.
Sebelumnya, berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Kapuas terdata ada sekitar 3.940 rumah warga yang terdampak banjir hingga Kamis, 18 Januari 2024.
"Dengan terdampak sebanyak 6.545 Kepala Keluarga atau berjumlah 23.245 jiwa warga terdampak," ucap Sinaga.
Lebih lanjut, banjir juga menggenangi 53 sarana pendidikan, 11 sarana kesehatan, 47 rumah ibadah, 57 fasilitas umum dan 95 titik akses jalan di wilayah tersebut. Dengan ketinggian bervariasi di tiap tempat, mulai dari ketinggian 60 cm hingga 190 cm. (DODI/j)









