PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tengah menyoroti potensi kerawanan bencana di Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Musim hujan yang masih berlangsung dan diprediksi hingga Maret 2024, menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi banjir di sejumlah wilayah Kobar.

Pj Bupati Kobar, Budi Santosa, menyampaikan antisipasi terkait musim hujan yang berlangsung saat ini.

"Kita antisipasi betul saat musim hujan seperti ini adalah musibah banjir. Karena prediksi BMKG menunjukkan hujan masih terjadi hingga Maret 2024. Namun, kita berharap dan berdoa bersama agar banjir tidak terjadi," ujarnya usai mengikuti Rakor Logistik dalam rangka kesiapan Pemilu Tahun 2024 pada Jumat, 19 Januari 2024.

Pemerintah Kobar menyatakan keseriusannya dalam menghadapi potensi banjir di TPS, dengan meningkatkan koordinasi dan persiapan logistik.

--page

Meski berharap musibah tersebut tidak terjadi, langkah-langkah preventif dan responsif tetap diterapkan, guna memastikan kelancaran pelaksanaan Pemilu.

"Dalam Rakor Logistik, berbagai pihak terlibat untuk memastikan kesiapan logistik Pemilu di tengah kondisi cuaca yang bisa membawa dampak negatif," ungkapnya.

Selain itu, instansi terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut diundang untuk memberikan informasi terkini terkait perkembangan cuaca.

Peningkatan kewaspadaan ini menjadi bagian integral dari persiapan Pemilu 2024 di Kobar. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pemilih dan memastikan bahwa proses demokrasi berjalan lancar, meskipun dihadapkan dengan tantangan alam. (DANANG/Y)