BORNEONEWS, Nanga Bulik - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lamandau yang bekerjasama dengan instansi terkait lainya hingga saat ini masih terus melakukan tes urine bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Lamandau.


Bahkan pada Senin (9/5/2016), tes urin juga menyasar setwan dan DPRD hingga FKPD seperti halnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Nanga Bulik.


Seperti pelaksanaan tes urin di beberapa SKPD sebelumnya, baik di Kejari maupun Sekretariat Dewan (setwan) pelaksanaan tes urin berjalan lancar.


Sejumlah anggota DPRD yang hadirpun turut serta dalam salah satu bentuk aksi perlawanan terhadap penyalahgunaan narkoba ini. Mereka antre mengisi daftar hadir dan biodata yang disediakan petugas, kemudian menjalani tes secara bergiliran.


Bahkan, tes urin yang dilaksanakan di Setwan tersebut, bukan hanya diperuntukkan bagi anggota Dewan saja, melainkan seluruh pegawai dan staf hingga para pekerja kontrak seperti petugas kebersihan dan tukang kebun tak luput dari pemeriksaan.


Kepada Borneonews di sela-sela gelaran tes urin, Ketua Pelaksana Harian (Kalaskar) BNNK Lamandau, Heru Priyono mengatakan, aksi ini merupakan langkah yang diambil BNNK Lamandau dan pemerintah dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba.


"Selain di dua instansi yang hari ini (kemarin) kita tes urin, masih ada sekitar tujuh instansi atau SKPD lagi yang pegawainya belum dites urin. Namun, kita targetkan minggu ini selesai," ungkapnya.


Ia menambahkan, pelaksanaan tes urin di Kejaksaan dan DPRD, sengaja dilakukan pasca libur panjang.


Namun demikian, Heru yang tak lain adalah kepala Bakesbangpol Lamandau itu mengaku bahwa pihaknya belum bisa membeberkan hasil dari tes urin dari Kejaksaan dan DPRD. Termasuk hasil tes sebelumnya, karena baru akan diumumkan saat semua instansi di lingkup Pemkab telah menjalani pemeriksaan.


Setidaknya 15 dari 20 anggota DPRD Lamandau tampak hadir mengikuti tes urin, termasuk ketua dan wakil ketua DPRD Lamandau. Sedangkan lima anggota dewan lainnya memang tidak hadir dari awal dengan berbagai alasan seperti halnya perjalanan dinas dan lain sebagainya.


Di tempat yang sama, ketua DPRD Lamandau, H. Tommy Hermal Ibrahim, menyatakan pihaknya sangat mendukung pelaksanaan tes urin yang diadakan oleh BNNK Lamandau.


"Dari awal kita sangat mendukung aksi ini. Dan seharusnya anggota DPRD yang pertama dites urine, supaya menjadi contoh bagi yang lainnya," ucap politisi Partai Golkar ini.


Terhadap anggota DPRD yang kemarin tidak mengikuti tes urin karena sedang dinas luar, Tommy menyarankan agar pihak BNNK mengagendakan ulang pemeriksaan urin.


"Kita tidak pernah keberatan, silakan saja BNNK nantinya melakukan tes urine terhadap anggota yang hari ini tidak hadir," tandasnya. (HENDI NURFALAH/m)