MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Sudah beranjak tiga hari, sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dilanda bencana banjir yang diakibatkan meningkatnya debit sungai Barito, ditambah dengan kondisi cuaca yang sering hujan. 

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara hingga Jumat, 19 Desember 2024, terdapat 43 desa yang berada di 7 kecamatan dilanda banjir. 

Kepala BPBD Kabupaten Barito Utara, Simamoraturahman mengungkapkan, hingga saat ini, ketinggian air terus meningkat yang diakibatkan hujan di beberapa wilayah serta air kiriman dari hulu yakni Kabupaten Murung Raya. 

"Dari data yang diperoleh oleh anggota di lapangan, saat ini desa yang terdampak banjir sekitar 43 desa yang ada di tujuh kecamatan. Untuk data pastinya masih belum bisa dipastikan karena kondisi air terus meningkat," terangnya. 

Dia melanjutkan, untuk rumah dan jiwa yang terdampak juga masih fluktuatif. Pihaknya masih belum bisa memastikan. 

Dipaparkannya, desa yang terdampak yakni, untuk Kecamatan Lahei Barat ada 11 desa, Kecamatan Lahei ada 7 desa, Kecamatan Teweh Tengah ada 5 desa, Teweh Baru ada 4 desa, Kecamatan Teweh Selatan ada 4 desa, Kecamatan Montallat ada 10 desa dan Kecamatan Gunung Timang ada 2 desa yang terdampak banjir. 

--page

"Untuk ketinggian banjir bervariasi hingga mencapai 2 - 3 meter di sejumlah wilayah yang rendah, terutama di sekitar bantaran Sungai Barito," jelasnya. 

Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang terdampak banjir agar selalu waspada dalam beraktivitas, terutama anak-anak. "Jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi," pungkasnya. (RAMADHANI/Y)