PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Focused Group Dicussion atau FGD tentang Faktor Penting dan Peran Parapihak dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial di Sumatera Utara menjadi platform dialog terbuka. Kegiatan FGD ini sebagai bagian dari penelitian disertasi yang sedang dilakukan oleh Masrizal Saraan, S.Hut, M.Si, kandidat doktor di PSL-USU.

"FGD ini berfungsi sebagai platform untuk dialog terbuka serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman praktis di antara berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam Perhutanan Sosial di Sumatera Utara," kata Ketua Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, SPs Universitas Sumatera Utara Profesor Rahmawaty dalam keterangan resminya pada Jumat, 19 Januari 2024.

Diskusi ini, lanjutnya, menekankan pentingnya memahami dan menangani faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan pengelolaan Perhutanan Sosial serta mengakui peran penting yang dimainkan oleh berbagai pemangku kepentingan.

"FGD ini menandai langkah penting menuju pemahaman yang komprehensif tentang dinamika Perhutanan Sosial di Sumatera Utara," katanya.

Kolaborasi antara akademisi, perwakilan masyarakat, dan badan-badan pemerintah ini menurut Prof Rahmawaty menunjukkan komitmen kami terhadap praktik-praktik pengelolaan kehutanan yang berkelanjutan dan inklusif.

--page

"Wawasan yang diperoleh dari diskusi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi substansial terhadap penelitian Masrizal Saraan yang sedang berlangsung dan memiliki relevansi bagi para pembuat kebijakan, praktisi, dan akademisi yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan dan inisiatif kehutanan berbasis masyarakat," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)