BORNEONEWS, Palangka Raya - Meski harga daging babi saat ini turun dari Rp120.000 per Kg menjadi Rp100.000 per Kg, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah, drh Eko Hari Yuwono mengimbau masyarakat untuk memastikan keamanan pangan yang akan dikonsumsi.
"Meski saat ini harga daging babi murah, kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan memperhatikan keamanan pangan saat membeli dan mengonsumsi daging babi," kata drh Eko kepada Borneonews pada Sabtu, 20 Januari 2024.
Kepala UPTD Puskeswan Kota Palangka Raya ini meminta masyarakat untuk memastikan daging babi yang dibeli harus berasal dari sumber yang terpercaya dan sudah dipotong dengan benar.
"Perhatikan kondisi daging babi secara kasat mata. Pastikan warnanya tidak pucat atau kehitaman, baunya tidak busuk, dan teksturnya kenyal. Jika ragu, jangan dibeli," pesannya.
Dengan harga yang lebih terjangkau dan jaminan keamanan pangan, katanya, diharapkan perayaan Imlek tahun ini diwarnai dengan keceriaan dan kebersamaan bagi masyarakat Tionghoa di semua daerah.
--page
"Kita juga senang kalau masyarakat senang dengan turunnya harga daging babi ini, hanya tetap harus waspada karena kasus ASF juga sedang menyebar," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









