BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang akan melintas di Jalan A.Yani, tepatnya di kawasan Bundaran Pangkalan Lima, sebaiknya waspada. Jalur lingkar luar kota Pangkalan Bun, tepatnya di depan Pos Polisi (Pospol), terdapat jebakan 'batman' bagi pengendara roda dua dan empat. 

Jebakan 'batman' di sini adalah titik kerusakan yang berada di tikungan tajam bundaran tidak akan terlihat oleh pengendara yang datang dari arah luar kota Pangkalan Bun. Apalagi pada malam hari, jalur A.Yani yang  merupakan jalur tersibuk dan merupakan akses utama poros jalan antarkabupaten dan provinsi itu kondisi penerangannya sangat minim.

Hal ini diakui oleh seorang petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kobar. Menurut dia, seringkali pengendara, baik roda dua dan empat, hampir terjatuh saat melintas di jalan yang rusak itu. Petugas pun harus senantiasa memperingatkan pengendara agar tidak memacu kendaraannya dengan cepat. 

"Kami tidak bosan memperingatkan pengguna jalan agar tidak melintas dengan kecepatan tinggi. Memang sering kendaraan hampir terjatuh di jalan itu," kata petugas Satlantas Polres Kobar, yang tidak mau dimediakan identitasnya, Senin (9/5/2016).

Ia pun mengatakan bahwa jalan bundaran yang sering dilewati kendaraan bongsor itu saat hari panas menimbulkan debu.  

Kondisi tersebut juga dikeluhkan oleh salah satu pengendara dari luar kota yang menuju kota Pangkalan Bun. Ia mengatakan, sejak memasuki Kabupaten Kotawaringin Barat, ia banyak menjumpai jalanan berlubang. Khususnya memasuki wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng dan Pangkalan Lada, puluhan titik kerusakan tersebut berupa lubang yang aspalnya sudah terkelupas. Saat memasuki dalam kota pun, tepatnya di Bundaran Pangkalan Lima, ia menjumpai kerusakan jalan yang menurutnya sangat berbahaya.

"Ini kan tikungan tajam, sementara pengendara yang dari arah luar kota pasti memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, sehingga kalau tidak sempat mengerem, yah wassalam," kata Slamet Riadi saat dimintai tanggapannya disela-sela ia sedang istrirahat di Bundaran Pangkalan Lima.

Pantauan Borneonews, kerusakan jalan tersebut diakibatkan oleh kendaraan dengan tonase berat yang melintas. Baik berupa mobil tangki ataupun truk dengan muatan penuh. Jalan tersebut di bagian sisinya terlihat amblas, sementara bagian lainnya hanya berupa lubang dengan batu-batu yang berhamburan di sekitarnya. (KOKO SULISTYO/m)