PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penjabat (Pj) Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Budi Santosa, membuka seminar penguatan tata kelola BUMD di Palangka Bun pada Sabtu, 20 Januari 2024.

Kegiatan yang dihadiri oleh 80 peserta dari Perumdam Tirta Arut dan BPR Marunting Sejahtera, dilaksanakan dalam rangka pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kobar.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Direktur BUMD, BLUD dan BMD Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Yudia Ramli.

Seminar ini tidak hanya menjadi momentum pembinaan, tetapi juga menandai peran Kementerian Dalam Negeri dan jajaran pemerintah daerah, dalam meningkatkan kontribusi BUMD bagi perekonomian daerah dan nasional, serta mendukung program privatisasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kobar.

Dalam sambutannya, Budi Santosa menyampaikan pentingnya memperkuat tata kelola BUMD sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi BUMD dalam pembangunan daerah.

--page

"Seminar ini saya harapkan menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan pelaku bisnis lokal," kata budi Santosa.

Budi Santosa meyakini bahwa penguatan BUMD akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, meningkatkan iklim investasi, serta mendukung program privatisasi yang pada akhirnya berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Ke depan harus terus tercipta ide-ide inovatif dan strategis yang dapat diterapkan oleh BUMD untuk menghadapi perubahan dinamika bisnis dan ekonomi," pesan Budi Santosa.

Di Kobar, terdapat dua BUMD yang operasional dan sehat, yaitu Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Arut dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Marunting Sejahtera.

Perumdam Tirta Arut telah mencatat laba sekitar 250 juta rupiah pada tahun 2023. Selain itu, perusahaan ini memiliki unit usaha atau pabrik pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) yang telah memenuhi semua persyaratan perizinan dan mendapatkan izin edar pada tahun 2023.

Sementara itu, BPR Marunting Marunting Sejahtera, mampu membukukan laba sebesar 2,3 miliar rupiah pada tahun 2023, meskipun bersaing dengan bank-bank umum.

Perkiraan deviden dari bank ini diharapkan dapat menjadi penyumbang pendapatan asli daerah Kotawaringin Barat sebesar 1 miliar rupiah.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur BUMD, BLUD dan BMD Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Yudia Ramli memberikan apresiasi kepada dua BUMD yang ada di Kobar, atas inovasi yang dijalankan saat ini. Sehingga dapat berkembang dengan baik.

"Saya melihat PDAM ini membuat AMDK Banyu Kinum ini sangat bagus, kalau tidak berkreasi dengan membuat air minum kemasan ini dapat berkembang dengan baik produksinya terus alami peningkatan. Selanjutnya melihat dari BPR Marunting Sejahtera, kredit yang diberikan dengan bunga 0 persen dan subsidi oleh ABPD itu juga sangat luar biasa," pungkasnya. (DANANG/Y)