BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut anak berkebutuhan khusus mampu beradaptasi dan kembangkan bakat.
"Selama 2 tahun kurikulum merdeka yang menghadirkan sekolah inklusi, bisa berkolaborasi dengan siswa normal. Alhamdulillah ada anak berkebutuhan khusus yang kami bantu kembangkan bakatnya terutama dalam bidang seni," kata Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Irfansyah, Sabtu, 20 Januari 2024.
Dia mengatakan, keberadaan sekolah luar biasa (SLB) dan sekolah inklusi adalah wujud pemerintah dalam mellaksanakan tugas mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa memandang status sosial atau keadaan fisik.
Di Kotim sudah memiliki pilihan untuk pendidikan anak berkebutuhan khusus diantaranya SLB, sekolah inklusi, dan yang baru ini diresmikan Sekolah Khusus Lentera Nurani yang mencakup pendidikan anak usia dini.
"Untuk sekolah inklusi sudah ada di dunia pendidikan Kotim. Di dalam kota ada sekolah Cita Bunda, SD 6 MB Hulu, SDN 4 MB Hilir, SMP PGRI 1 Sampit, SMP 7 Cempaga, SMP 7 Kota Besi, dan SMK 1 Cempaga," ujarnya.
--page
Sekolah inklusi terbentuk karena kurikulum merdeka belajar. Sehingga sekolah negeri bisa menerima anak berkebutuhan khusus dengan masa pengenalan sekolah 5 hari awalmelalui pengamatan guru dan ortu mengisi tentang kondisi anak.
"Saya pernah pantau di SD 4 MB Hilir bahkan ada anak berkebutuhan khusus sudah lulus. Saatbini melanjutkan kuliah di perguruan tinggi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









