BORNEONEWS, Kasongan - Warga Kecamatan Bukti Raya, Kabupaten Katingan masih hidup terisolir.
“Sarana transportasi utama menuju Kecamatan Bukit Raya, masih melalui sungai. Dampaknya apabila kemarau, harga sembako naik tiga kali lipat. Pasalnya biaya angkut melalui sungai, lebih mahal dibandingkan jalur darat,” ungkap anggota DPRD Kalteng, HM Sriosako, Senin (9/5/2016).
“Warga di sana mengaku belum merasakan dampak dari kemerdekaan. Wilayah mereka masih terisolir dari wilayah lain. Jalan nasional Tumbang Samba-Bukit Raya (Katingan Hulu) hingga kini belum dapat dilewati dengan baik, diharapkan agar jalan tersebut segera ditingkatkan untuk membuka keterisolisian tersebut,” ujar wakil rakyat dari Dapil I meliputi Kabupaten Gunung Mas, Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan, HM Sriosako usai melaksanakan reses perseorangan di wilayah setempat di DPRD Kalteng.
Menurutnya, kalau memang pemerintah pusat belum bisa meningkatkan jalan nasional tersebut, maka mereka harus meyerahkan kepada pemerintah provinsi.
“Kita juga mengharapkan agar pemprov mendesak pemerintah pusat, segera meningkatkan ruas jalan tersebut, sebab kalau tidak maka, kehidupan masyarakat disana tetap mengalami kesulitan, karena harga barang sangat mahal, sehingga tidak salah mereka mengatakan bahwa bangsa ini terlalu cepat merdeka. Sebab kalau tidak, maka rencana pembangunan Bandara Tumbang Sanamang pasti dilanjutkan,”ujar politisi Demokrat yang juga anggota Komisi A Bidang Anggaran ini.
Mantan wakil ketua DPRD Kota Palangka Raya ini mengatakan, saat ini masyarakat hanya mengandalkan usaha karet, rotan dan mencari emas untuk bertahan hidup.
“Sebagian besar masyarakat tetap hidup seperti dulu, yakni berladang berpindah, karena memang wilayah tersebut masih belum masuk teknologi modern, karena hingga kini mereka masih terisolir, butuh perhatian serius pemerintah untuk segera membuka jalur darat yang memadai ke wilayah tersebut, kalau jalur darat sudah memadai, maka kehidupan amsyarakat pasti akan lebih baik, utamanya harga sembako bisa lebih murah,” pungkasnya. (ARIANANTA/m)


