BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi mengatakan bahwa tingkat penyebaran mutu pendidikan di daerah itu sudah merata. Ini dapat dibuktikan dengan prestasi nilai tertinggi pada Ujian Nasional yang ditorehkan oleh pelajar dari sejumlah sekolah di kawasan pinggiran.

“Alhamdulillah dibandingkan dengan tahun lalu ada peningkatan, untuk tingkat kabupaten kita sudah umumkan dimana ada pergeseran dibandingkan tahun lalu, karena tahun lalu nilai tertinggi itu siswa SMA Negeri 3 Sampit, tahun ini ada dibeberapa sekolah seperti SMAN 1 Sampit, SMK Telawang, MA Sabilal Muhtadin Samuda, dan untuk pendidikan agama di MAN Sampit,” ,” kata Suparmadi, usai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP, MTs, Senin (9/5/2016).

Bukti dari pemerataan pengembangan pendidikan itu di antaranya sejumlah siswa di sekolah dari daerah-daerah terpencil sudah mampu bersaing memperoleh nilai tertinggi UN tingkat SMA, MA, SMK beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan sudah meratanya mutu pendidikan ini secara otomatis harapan akan mutu itu secara perlahan sudah tercapai sesuai visi-misi pendidikan untuk meningkatkan mutu secara merata hingga ke wilayah pelosok.

“Di sini kita bisa menjawab daripada keinginan itu, bahwa mutu pendidikan itu ada dimana-mana. Tinggal bagaimana upaya ke depan bias lebih merata lagi. Ini yang membuat kami bangga bahwa keberadaan sekolah-sekolah yang kita siapkan memberikan jawaban dari masyarakat bahwa sekolah di kota saja yang mutunya lebih baik, ternyata tidak bahwa tersebar di seluruh kecamatan,” katanya.

Disinggung mengenai tingkat kelulusan UN tingkat SMA, MA dan SMK beberapa waktu lalu, Suparmadi mengungkapkan bahwa tingkat kelulusannya mencapai 99,92%. Sedangkan 0,8% yang tidak lulus karena tidak hadir mengikuti ujian.

“Sebagian  tidak hadir ujian, dan memang ada tiga orang yang dinyatakan ikut ujian tapi tidak lulus,” ucapnya.

Suparmadi berharap, mutu pendidikan Kotim akan terus dipertahankan dan menjadi yang terbaik di Kalimantan Tengah. (RAFIUDIN/m)