PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik Persandian (Diskominfo SP) Palangka Raya Saipullah mengimbau masyarakat agar waspada dengan adanya iklan ajakan bermain judi online baik itu di media sosial maupun melalui SMS.

Menurut Saipullah, iklan judi online merupakan salah satu bentuk penipuan yang dapat merugikan masyarakat, baik secara finansial maupun psikologis.

Ia menegaskan judi online adalah perbuatan yang dilarang oleh undang-undang dan bertentangan dengan nilai-nilai agama dan moral.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan iklan judi online yang menjanjikan keuntungan besar dengan cara mudah. Iklan tersebut biasanya disertai dengan foto-foto perempuan yang menarik atau logo-logo lembaga resmi yang seolah-olah memberikan jaminan keamanan,” ujarnya, Minggu, 21 Januari 2024.

Saipullah menambahkan, masyarakat harus berhati-hati jika menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal yang mengandung tautan (link) yang mengarah ke situs judi online.

Ia mengatakan, tautan tersebut dapat menjadi sarana bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pribadi atau melakukan peretasan.

“Jika menerima pesan seperti itu, sebaiknya jangan langsung mengklik tautannya, tetapi segera hapus pesannya. Jika perlu, blokir nomornya agar tidak mengganggu lagi. Jangan pernah memberikan informasi pribadi atau rahasia, seperti nomor rekening, PIN, atau password, kepada pihak yang tidak dipercaya,” tuturnya.

Saipullah juga mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya judi online.

--page

Ia mengharapkan masyarakat dapat melaporkan jika menemukan iklan atau situs judi online yang mencurigakan kepada pihak yang berwenang, seperti Kominfo, Polisi, atau Kementerian Agama.

“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama membantu pemerintah dalam memberantas judi online yang meresahkan ini. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban di dunia maya, serta menjauhi segala bentuk perbuatan yang merugikan diri sendiri, keluarga, dan bangsa,” pungkasnya. (PATHUR/R)