BORNEONEWS, Tamiang Layang - Relawan gabungan dan Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kabupaten Barito Timur mengadakan bakti sosial pembersihan areal peninggalan sejarah berupa makam Putri Mayang Sari di Desa Jaar Kecamatan Dusun Timur, Minggu, 21 Januari 2024.
"Tadi kami bersama-sama membersihkan rumput di area pemakaman, membuang endapan tanah di dalam parit area pemakaman serta membersihkan makam Putri Mayang Sari," ungkap Bendahara Relawan Matabu Jaya Rizki Ramadani usai kegiatan tersebut.
Menurutnya, selain Relawan Matabu Jaya, Sulung Rescue, Relawan Mungkur Kandangan dan Satpol PP, warga setempat dan perangkat desa juga turut terlibat dalam bakti sosial.
Tujuan kegiatan tersebut, lanjut dia, untuk melestarikan sekaligus mengangkat kembali sejarah Putri Mayang Sari yang jarang diketahui oleh generasi muda.
"Syukur-syukur nanti kalau area makam sudah dibersihkan makin banyak masyarakat kita yang berwisata ke situ dan semoga bisa menjadikan salah satu wisata sejarah atau budaya andalan di Barito Timur," katanya.
Putri Mayang Sari yang lahir tahun 1585 dan wafat tahun 1615, pada masa hidupnya dikenal sebagai pemimpin perempuan Dayak Maanyan yang menjadi panutan.
--page
Puteri Raja Banjar Sultan Suriansyah (masyarakat Dayak menyebutnya Raja Mata Habang) dari istri kedua bernama Norhayati yang berdarah Dayak itu digambarkan memiliki paras yang sangat cantik dengan rambut indah terurai panjang.
Putri Mayang Sari merupakan penerus kepemimpinan Uria Lan'na. Dia tinggal Sangarasi (sekarang masuk Desa Jaar Barito Timur) sejak mengikuti saudara angkatnya bernama Uria Mapas.
Dia juga dikisahkan senang mengunjungi perkampungan masyarakat Dayak Maanyan serta sangat peduli dengan kemakmuran dan keadilan bagi masyarakat yang dipimpinnya.
Karena itulah perempuan yang bernama asli Mayang Sari itu sangat dihormati dan makamnya dilestarikan oleh masyarakat Barito Timur dengan cungkup makam berbentuk Rumah Adat Banjar. (BOLE MALO/H)









