SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Penjabat Bupati Sukamara, Kaspinor berharap, kenaikan harga pada saat bulan Ramadan nanti tidak memberikan dampak pada naiknya angka inflasi di Kabupaten Sukamara. 

“Sebentar lagi kita menghadapi bulan Ramadan biasanya saat itu harga-harga barang mulai merangkak naik,” kata Kaspinor pada acara panen bawang bersama Poktan Karya Tani Rumpun Bersama, Senin, 22 Januari 2024.

Dia meminta jangan sampai kenaikan harga-harga komoditas pertanian dan bahan lain menyebabkan kenaikan angka inflasi. Sehingga perangkat daerah terkait diintruksikan untuk terus memantau harga-harga dan ketersediaannya di pasar.

“Pastikan tidak ada yang melakukan penimbunan hingga mengakibatkan kelangkaan dan berdampak pada kenaikan harga yang membuat resah masyarakat,” pesannya.

Kaspinor juga mengingatkan untuk produksi hasil pertanian mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Sukamara, sehingga gerakan tangan cepat panen di Kabupaten Sukamara perlu masifkan.

--page

Dalam pemantauan harga-harga barang dipasar yang dilakukannya membuatnya cukup senang karena  relatif stabil dan terjangkau. 

“Misalkan per 19 Januari 2034 itu untuk harga bawang merah Rp 43 ribu perkilogram ha, cabe rawit Rp 40 ribu perkilogram, Cabe Keriting Rp 80 ribu perkilogram, daging ayam ras Rp 54 ribu perkilogram, daging sapi Rp 150 ribu perkilgram dan untuk beras Rp 14 ribu sampai Rp 16 ribu perkilogramnya,” terangnya. (NORHASANAH/Y)