PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Bidang Administrasi Umum (Adum) Setda Provinsi Kalteng Sri Suwanto menekankan dalam pencapaian target penurunan stunting perlu sinergi lintas sektoral.

Terutama target penurunan secara nasional dari prevalensi stunting 24,4 persen tahun 2021 menjadi 14 persen pada tahun 2024.

“Untuk mencapai target yang telah ditentukan, dibutuhkan kolaborasi dan sinergitas lintas sektor,” tuturnya saat mewakili Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo dalam kegiatan mapping anggaran stunting di Bappedalitbang Kalteng, Senin, 22 Januari 2024

Kolaborasi tersebut perlu dilakukan dengan berbagai program yang dapat menyentuh secara langsung pada kelompok sasaran.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil studi kasus gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 prevalensi stunting Kalteng berada pada angka 26,9 persen dengan target pencapaian tahun 2024 sebesar 15,38 persen.

--page

Namun pada di tahun 2023 masih belum ada data terbit sehingga sebagai data awal gambaran pencapaian prevalensi stunting berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi (E-PPGM) bulan Desember 2023 yaitu 11,46 persen. (HERMAWAN DP/Y)