PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh mengatakan bahwa tantangan dan potensi pasar Quick Response code Indonesian Standard atau yang dikenal dengan QRIS di Kalteng masih terbuka untuk dikembangkan.

"Berbagai tantangan dan potensi pasar masih terbuka untuk dikembangkan, terutama melalui penambahan merchant QRIS baru," kata Taufik dalam keterangan resminya pada Senin, 22 Januari 2024.

Penambahan merchant baru menurut Taufik bisa dilakukan seperti di SPBU, pusat perbelanjaan, tempat pariwisata untuk dapat memiliki kanal QRIS sebagai salah satu media pembayaran.

"Melalui semangat serta kepedulian bersama, diharapkan perekonomian Kalteng ke depan dapat semakin berdaya saing dengan dukungan maraknya transaksi ekonomi digital," tuturnya lagi.

Kolaborasi yang harmonis dalam mewujudkan penerimaan QRIS oleh masyarakat Kalteng, lanjutnya, merupakan manifestasi semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap perkembangan teknologi sistem pembayaran digital di Kalteng.

--page

"Hal ini tidak hanya meningkatkan akses terhadap teknologi dan layanan keuangan, namun juga menjadi sarana untuk memberdayakan masyarakat dalam mewujudkan ekonomi digital yang inklusif," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)