BORNEONEW, Sampit - Seperti cerita sinetron, itulah kalimat yang tepat menggambarkan kisah cinta yang berujung penculikan.
Kasus penculikan ini berawal pada Selasa (10/5/2016), sekitar pukul 08.30 Wib, Novi Damayanti, seorang karyawan bagian Admin Barang Umum PT Papa Samsu, distributor makanan, yang berlokasi di Jalan Suprapto, Sampit, Kotim, menerima telepon dari seseorang.
Menurut keterangan teman-temannya, Novi mendapat panggilan telpon saat rapat pagi. Panggilan telepon itu berasal dari seseorang yang berpesan bahwa ada paket yang harus diambil di sebelah kantornya, Jalan Rangkas 1.
"Ketika Novi mau mengambil paket, ternyata sudah ada sekitar 4-5 orang yang menunggu. Dia dipaksa masuk mobil Grand Max warna biru DA 8871 AS," kata teman Novi.
Rekan-rekan kerja dan warga sekitar di lokasi kejadian melihat Novi sempat berontak, namun ia dipaksa masuk mobil. Kemudian mobil itu melaju kencang membawa Novi.
Rusilawati, ibu Novi, begitu mendapat kabar penculikan anaknya, langsung datang ke lokasi kejadian. Dia dan teman-teman Novi mencoba menghubungi ke nomor telepon genggam milik Novi. Saat itu Novi mengaku keadaannya baik-baik saja, dan mengatakan akan diantar pulang. Namun dia belum bisa mengatakan lokasi saat itu.
Aparat kepolisian pun berdatangan ke lokasi penculikan untuk memintai keterangan sejumlah saksi. Selang sekitar satu jam, eorang teman Novi mendapat telepon dari Novi yang mengatakan dirinya berada di depan Dealer Toyota Anzon, Jalan Jenderal Sudirman Sampit.
Petugas kepolisian pun langsung bergerak untuk melakukan penjemputan. Novi langsung dibawa ke Mapolsek Ketapan untuk dimintai keterangan dan pengembangan kasus ini lebih lanjut.
Novi mengungkapkan, orang yang menculiknya berjumlah lima orang, empat laki-laki dan satu perempuan. Dia mengaku dibawa untuk menghubungkan dengan temannnya bernama Tika, seoarang karyawan PT Anzon Toyota. Diduga penculik diduga memiliki hubungan dan permasalahan cinta dengan Tika. Namun belakangan Tika sulit dihubungi sehingga Novi pun diculik agar bisa menghubungi Tika.
"Novi hanya perantara, begitu bertemu dengan Tika, Saya dilepas, dan kemudian Tika yang dibawa," ungkap Novi.
Hingga Selasa (10/5/2016) siang, aparat kepolisian dipimpin Kasat Reskrim Polres Kotim Iptu Riza Fahmi, terus melakukan pengejaran kepada pelaku penculikan yang membawa Tika. (RIFQI/m)


