PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Faktor kerawanan yang dianggap menonjol dan perlu diwaspadai dalam proses distribusi logistik Pemilu di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) saat ini adalah faktor cuaca.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kobar, Chaidir, Selasa, 23 Januari 2024 menjelaskan dalam rakor distribusi logistik yang telah digelar pihaknya bersama stakeholder diketahui bahwa curah hujan mulai awal 2024 hingga Maret tergolong cukup tinggi.

"Hal ini berdasarkan prakiraan pihak BMKG yang juga turut serta dalam rapat tersebut. Untuk mengantisipasi kondisi terburuk yang bakal terjadi, maka kami bersama pihak terkait sudah menentukan solusi apa saja yang bisa diambil dengan cepat, agar kondisi cuaca tidak menggangu tahapan Pemilu," jelas Chaidir.

Distribusi ke lokasi yang jauh dan susah diakses menggunakan jalan darat, pihaknya juga telah  berkoordinasi dengan institusi Kepolisian agar logistik pemilu tersebut bisa diantarkam dengan aman.

"Sebagai contoh salah satu desa yaitu Sungai Cabang di Kecamatan Kumai yang hanya bisa diakses melalui jalur laut. Menurut informasi BMKG pada bulan Februari 2024 kondisi gelombang sedang tinggi-tingginya. Tentunya diperlukan kapal pengangkut logistik yang cukup representatif," jelasnya.

Saat ditanyakan kapan, proses distribusi logistik pemilu tersebut bakal dilakukan, Chaidir menjawab saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

"Bila sesuai rencana yang ada diperkirakan logistik bakal diangkut hingga ke tingkat TPS antara tanggal 9 hingga 13 Februari. Nantinya tanggal pasti pelaksanaan akan  koordinasikan lagi secara teknis khususnya pada pihak aparat keamanan," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)