PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mewujudkan sinergitas antara Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kantor Wilayah Kalimantan Tengah dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng.

Kedua instansi tersebut menggelar pertemuan yang bertempat di La Sarai Cafe & Resto, Jalan MH Thamrin, Kota Palangka Raya, pada hari Selasa, 23 Januari 2024.

Kegiatan ini juga dilakukan dalam upaya menerapkan prinsip 3 Kunci Pemasyarakatan Maju sesuai Intruksi Jenderal Pemasyarakatan, yakni deteksi dini, pemberantasan narkoba, serta membangun sinergi antar penegak hukum.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Kalteng, Tri Saptono Sambudji, mengatakan pertemuan tersebut digelar dengan tujuan memberantas apabila ada gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) di lingkungan Lapas dan rutan yang ada di Kalteng.

“Target kami, akan bekerja sebaik mungkin bersama dengan BNNP demi menciptakan lingkungan Lapas yang bebas dari Handphone, Pungli dan Narkoba (Zero Halinar). Apabila ditemukan pelanggaran akan segera dilakukan penindakan,” katanya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus menciptakan situasi Kamtib yang kondusif dengan bekerja sama dengan instansi terkait, diantaranya kepolisian, BNNP dan instansi terkait lainnya.

“Kunci internal dalam menciptakan situasi Kamtib yang kondusif, kami akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), kewaspadaan serta pencegahan dini,” ujar Kadivpas.

Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kalteng, Kombes Pol Agustiyanto menambahkan, dengan dibangun kolaborasi bersama Kemenkumham, pihaknya berharap dapat membersihkan peredaran narkoba di lingkungan Lapas.

“Melalui IT dan laporan dari masyarakat serta kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), kami dari BNNP dapat mengetahui apabila adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas. Kami berkomitmen akan terus gencar dalam memerangi peredaran narkoba demi menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dari narkoba,” jelasnya.

--page

Agustiyanto juga menyebutkan, berdasarkan pemantauan hingga saat ini peredaran narkoba yang ada di lingkungan lembaga pemasyarakatan mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Selama ini situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas terkait kerawanan narkoba dinilai tidak terlalu mengkhawatirkan,” pungkasnya (PATHUR/R)