BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah ditinggal pedagang hampir 2 tahun lamanya, Pasar Sungai Bulin di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, kondisinya semakin memprihatinkan dan tak terawat.
Dari pantauan Borneonews di lapangan, Selasa, 23 Januari 2024, pasar yang memiliki 6 kios dan 84 lapak tersebut, tidak ada aktivitas sama sekali. Bahkan, dibagian bangunan atas pasar juga mulai ditumbuhi tumbuhan liar.
Seorang pedagang yang menempati gedung baru di dekat Pasar Sungai Bulin mengatakan, pasar tersebut ditinggal para pedagang karena sepi pembeli. Penghasilan para pedagang menurun drastis, mereka hanya mampu mengumpulkan rata-rata Rp 200 - 300 ribu per hari.
"Kalau dulu kan di depan Korindo lumayan, kalau di di Pasar Sungai Bulin, sepi sekali. Coba aja sampean di sini setengah jam saja, belum tentu ada pembeli. Jadi sehari itu paling banyak dapat uang Rp 300 ribu," kata Nurtini.
Tidak jauh berbeda dengan pedagang lainnya, mereka memilih pindah berjualan di tempat lain karena sepi. Kondisi ini diperparah pada saat banjir melanda pada tahun 2022 lalu yang juga membanjiri kawasan pasar Sungai Bulin. Pedagang akhirnya pindah dan tak pernah kembali.
--page
Ia pun sangat berharap ada solusi yang diberikan oleh pemerintah. Salah satu harapannya, yaitu para pedagang yang masih tercatat menyewa lapak dan saat ini berjualan diluar pasar, supaya kembali dan meramaikan pasar.
"Pasar yang sudah dibangun supaya diamankan lagi. Kami sudah hampir 2 kali ikut rapat dengan pemerintah, tapi sampai sekarang belum ada solusi," pungkasnya. (DANANG/Y)









