TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Harapan Pj Bupati Barito Timur Indra Gunawan terhadap pelayanan RSUD Tamiang Layang saat penilaian akreditasi 3 bulan silam tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di rumah sakit tersebut saat ini dengan ramainya keluhan keluarga pasien dan pegawai di sana.

"Saya mendukung penuh kegiatan survei penilaian akreditasi yang sedang berlangsung dan berharap RSUD Tamiang Layang dapat mencapai hasil akreditasi yang maksimal.  Hasil yang maksimal akan memberikan pengaruh positif bagi perkembangan bidang kesehatan di Gumi Jari Janang Kalalawah," ucapnya, Indra Gunawan saat menghadiri pembukaan survei penilaian akreditasi di RSUD Tamiang Layang, Rabu, 11 Oktober 2023 silam.

Saat itu dia juga mengucapkan terima kasih kepada direktur dan seluruh jajaran RSUD Tamiang Layang yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan survei penilaian akreditasi.

"Saya berharap capaian yang sudah diperoleh nantinya dapat dipertahankan secara berkesinambungan bahkan dapat ditingkatkan lagi," ujarnya.

Pj Bupati menjelaskan, akreditasi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk meningkatkan mutu layanan, melindungi keselamatan pasien, tenaga kesehatan serta menggalang tata kelola yang baik bagi rumah sakit. Karena itu pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Akreditasi Rumah Sakit.

“Seluruh rumah sakit di Indonesia wajib menjalani proses akreditasi secara berkala setiap empat tahun termasuk RSUD Tamiang Layang,” terangnya saat itu.

Sejak lima hari lalu, ramai pembahasan tentang RSUD Tamiang Layang yang dalam kondisi darurat karena stok berbagai jenis obat kosong. Kondisi ini dibenarkan oleh sumber terpercaya di internal RSUD Tamiang Layang.

--page

"Sudah nggak kehitung (jenis obat yang kosong), cuman salep kudis , panu aja yang mungkin masih banyak," kata sumber tersebut, Jumat, 19 Januari 2024.

Borneonews mendapatkan tangkapan layar percakapan dokter dan perawat yang begitu putus asa dengan kondisi ini karena harus membatasi suntikan infus untuk setiap pasien atau bahkan obat yang diresepkan kosong sama sekali di farmasi rumah sakit.

Sumber Borneonews menjelaskan, kondisi logistik RSUD Tamiang Layang semakin parah karena banyak distributor yang tidak mau memasok obat ke RSUD Tamiang Layang akibat hutang obat yang belum dilunasi.

"Sejak adanya surat keputusan akreditasi RS kemarin, yang pegang masalah obat langsung di tangani direktur (RSUD), bukan bidang yanmed atau farmasi lagi," ungkapnya.

Sumber itu juga menuding direkturnya lebih banyak melakukan perjalanan keluar bersama beberapa bawahan dibandingkan berada di kantor dan membenahi kondisi pelayanan kesehatan yang buruk.

--page

Keterangan sumber internal RSUD Tamiang Layang tersebut selaras dengan hasil investigasi Borneonews selama tiga hari di RSUD Tamiang Layang. 

Ketika Borneonews mencoba meminta keterangan semua pasien dengan jenis penyakit yang berbeda, Borneonews mendapatkan keterangan yang seragam bahwa mereka diberi resep oleh pihak farmasi RSUD Tamiang Layang untuk menebus obat di luar karena obat tersebut kosong.

Selama tiga hari penelusuran itu Borneonews mendapati bahwa setiap hari keluarga pasien diminta untuk menebus obat tertentu di luar rumah sakit. Pengakuan memilukan kadang Borneonews terima dari pasien karena obat yang harus dibeli di luar juga tidak tersedia di apotek atau tokoh obat. 

Direktur RSUD Tamiang Layang Vinny Safari kemudian meminta maaf atas berbagai permasalahan yang mencuat ke publik itu.

"Menanggapi pemberitaan perihal kondisi RSUD Tamiang Layang, dapat kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pasien dan keluarganya," kata Vinny melalui pesan Whatsapp, Minggu, 21 Januari 2024.

--page

Terkait keluhan pasien maupun karyawan tersebut, dia mengatakan akan menjadi catatan untuk melakukan evaluasi dan pembenahan ke arah yang lebih baik.

"Kami tetap berkomitmen mengupayakan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh pasien meskipun dengan banyak keterbatasan," kata Vinny. 

Sekretaris Daerah Panahan Moetar  yang dimintai tanggapan mewakili Pj Bupati Barito Timur menegaskan, pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap RSUD Tamiang Layang terkait beberapa permasalahan yang menjadi perbincangan publik terutama kekosongan obat yang terjadi hingga saat ini.

"Terkait ini kami mencoba untuk mengevaluasi. Jadi terima kasih atas informasi dari kawan-kawan media, kita akan mengambil semuanya (informasi dari berbagai pihak), jadi kita tidak bisa mengambil satu informasi langsung putuskan, tidak," katanya, Senin, 22 Januari 2024. (BOLE MALO/H)