BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Barat menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan, mendorong Pemerintah Kabupaten Kobar untuk merespons dengan serius.
Pada Jumat, 19 Januari 2024 lalu, stakeholder terkait menggelar rapat untuk menyusun langkah-langkah penanganan terhadap kasus yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak. Hasilnya, penanggulangan DBD memerlukan kerja sama dari seluruh stakeholder.
Staf Ahli Setda Kobar Suyanto yang memimpin rapat, menekankan pentingnya gerakan bersama untuk melawan DBD. Selain itu, upaya edukasi publik ditingkatkan melalui Surat Edaran Bupati.
"Kesimpulan rapat menekankan pada kesadaran perilaku hidup sehat dan lingkungan yang bersih. Tempat umum, tempat ibadah, sekolah, pesantren, dan lainnya diharapkan bergerak bersama dalam membersihkan lingkungan," ungkap Suyanto, Staf Ahli Setda Kobar saat dikonfirmasi, Rabu, 24 Januari 2024.
--page
Menanggapi kejadian ini, Suyanto mengungkapkan bahwa antisipasi telah dilakukan secara merata dengan serangan terhadap jentik nyamuk, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan fogging.
Saat disinggung terkait anggaran yang tidak ada seperti yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kobar, Suyanto menegaskan bahwa Dinkes Kobar masih menggunakan anggaran yang telah disiapkan untuk penanganan DBD.
"Dengan demikian, upaya penanggulangan DBD di Kabupaten Kotawaringin Barat terus dijalankan dengan sumber daya yang ada," pungkasnya. (DANANG/Y)









