BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebelum ditinggal kosong oleh pedagang, upaya untuk tetap menghidupkan Pasar Sungai Bulin di Kelurahan Mendawai, telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Namun, belum berhasil.
Hal tersebut disampaikan oleh Lurah Mendawai, Rahadian Syahmi. Bahwa pemerintah sudah berupaya agar pasar tetap ditempatI pedagang, termasuk menggratiskan listrik. Di samping itu juga, biaya sewa lapak relatif murah.
"Sudah kita upayakan agar pedagang ini tetap berada di pasar. Tapi ya seperti itu kondisinya, pasar ditinggal pedagang. Rapat dengan pedagang sudah 2 kali dilakukan, namun belum ketemu solusinya," ujar Rahadian Syahmi, Rabu, 24 Januari 2024.
Syahmi mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, karena pedagang-pedagang yang berjualan di pinggir-pinggir jalan juga menyewa dengan warganya.
"Kecuali kalau berjualan di trotoar atau bahu jalan masih bisa kita larang," tegasnya.
--page
Ia mengungkapkan, bahwa sejak diresmikan bulan Oktober tahun 2021 sempat berjalan empat bulan lalu satu persatu pedagang pergi.
"Sempat aktif empat bulanan habis itu pelan-pelan para pedagang pergi. Puncaknya pas banjir 2022 lalu mereka izin berjualan agak di depan pinggir jalan, tapi habis banjir selesai tidak mau kembali dan pedagang pilih menyewa dipinggir jalan," ungkapnya.
Ia tidak mengetahui secara pasti alasan pedagang tidak mau pindah. Apakah dengan berjualan di pinggir jalan dan menyewa lapak warga itu mereka untungnya lebih besar. Hal ini belum diketahui pasti.
"Tapi biasanya ketika mereka tidak mau pindah, berarti pendapatannya lebih besar disana ketimbang di pasar. Nah ini kita tidak pastinya," pungkasnya. (DANANG/y)









