PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Palangka Raya (UPR) mengeluarkan pernyataan resmi terkait meninggalnya mahasiswi Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) yang diduga bunuh diri karena stres tugas kuliah.

UPR menyatakan bahwa tidak ada pembebanan tugas kuliah bagi mahasiswa di bulan Januari 2024. Tim Humas UPR menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya mahasiswi berinisial SHA (18). Dia ditemukan meninggal di belakang kamar kosnya di Jalan Bukit Keminting Induk, Palangka, Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujar tim Humas UPR dalam siaran persnya, Rabu, 24 Januari 2024.

Tim Humas UPR juga mengklarifikasi soal pemberitaan yang beredar di media bahwa SHA diduga bunuh diri karena stres tugas kuliah.

Menurut tim Humas UPR, hal tersebut tidak benar karena UPR saat ini sedang dalam masa registrasi ulang dan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) online bagi mahasiswa semester genap Tahun Akademik 2023 - 2024.

--page

“Universitas Palangka Raya saat ini telah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) Ganjil pada bulan Desember 2023, sehingga peserta didik kami tidak pada masa perkuliahan dan tidak ada pembebanan tugas kuliah setelah berakhirnya UAS,” jelas tim Humas UPR.

Tim Humas UPR menambahkan bahwa UPR tidak menutup mata dengan kejadian ini dan akan mengambil langkah ke depan untuk mencegah berulangnya kejadian serupa.

“Kami mengimbau kepada seluruh civitas akademika UPR untuk saling memberikan dukungan, motivasi dan bantuan kepada sesama, khususnya kepada peserta didik kami, pungkasnya. (PATHUR/Y)