SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tiga buah meteran PDAM milik warga yang berada di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin timur digasak oleh pencuri.

Kejadian itu, terjadi di Jalan H. Anang Santawi, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotim dan Jalan Intansari, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim.

Menurut keterangan salah satu korban bernama Norhasanah (35) mengatakan kejadian itu terjadi pada Selasa, 23 Januari 2024 dini hari. Dimana saat itu penghuni barak sedang tidur.

"Nah pada saat bangun saya mendengar ada bunyi percikan air didepan barak. Lalu saya keluar ternyata air sudah keluar dengan deras," Kata Norhasanah, Kamis, 25 Januari 2024.

Akibat pencurian meteran PDAM tersebut membuat warga penghuni barak mengalami kesulitan untuk beraktivitas. Karena air tidak bisa mengalir.

"Saya sulit beraktivitas seperti mencuci pakaian, mandi dan bahkan kemarin halaman depan barak ini hampir banjir akibat air yang deras mengalir itu," ungkapnya.

--page

Sementara itu, Kapolsek Ketapang Kompol Suyono meminta untuk masyarakat untuk waspada terhadap aksi pencurian yang menurutnya sedang marak. Dan meminta masyarakat melaporkan setiap warga melaporkan apabila menjadi korban pencurian.

"Saya minta masyarakat selalu waspada terhadap orang asing dan apabila ada melihat atau menjadi korban pencurian segera laporkan kepada kami agar cepat kami tindak," Tegas Kapolsek. (BUDDI RAHMAT H/R)