BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan, dan Petrokimia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Herry Permana mengatakan, komitmen Indonesia untuk Energi Bersih dilakukan melalui pengembangan biodiesel.
Hal ini disampaikannya dalam kegiatan penyerahan dokumen perjanjian kerjasama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS dengan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati atau BUBBN kepada pimpinan/perwakilan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati seperti dalam rilis yang dikirimkan BPDPKS pada Kamis, 25 Januari 2024.
"Komitmen Indonesia dalam Energi Bersih adalah melalui pelaksanaan kebijakan pengembangan biodiesel saat ini," kata Herry Permana.
Mulai dengan B20, B30 dan B35 yang telah dilakukan sebagai satu-satunya di dunia, lanjut Herry, hingga D100 serta bioavtur akan menjadi titik tolak agar selalu bersiap menghadapi era baru dengan penggunaan teknologi hijau dan energi bersih.
"Terutama untuk sektor transportasi dan industri dalam rangka mengurangi emisi karbon," katanya lagi.
--page
Kemudian, lanjut Herry, perluasan mandatori biodiesel sejak 5 tahun lalu ditujukan untuk mencapai kemandirian energi, mengurangi defisit neraca perdagangan migas, menurunkan emisi GRK, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sawit.
"Kebijakan transisi energi untuk mulai meninggalkan penggunaan energi fosil juga telah banyak dilakukan oleh banyak negara melalui pemanfaatan energi terbarukan," bebernya.
Untuk itu menurut Herry diperlukan proses matang dalam menghadapi proses transisi tersebut.
"Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan transisi energi adalah komitmen penuh pada penggunaan energi terbarukan, sehingga dapat mendukung kebutuhan energi di dalam negeri serta mendorong perekonomian nasional," tuturnya menjelaskan.(TESTI PRISCILLA/H)









