BORNEONEWS, Gunung Mzs -Sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), dilanda banjir, mulai Senin (9/5/2016) hingga Selasa (10/5/2016). Akibatnya, puluhan rumah pun terendam dan aktivitas masyarakat terganggu.

Banjir itu berasal dari sungai-sungai yang meluap, salah satunya Sungai Kahayan. Luapan air sungai akibat intensitas hujan yang cukup deras beberapa hari terkhir di Gumas.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gumas M. Rusdi mengatakan, beberapa kecamatan yang terkena banjir yakni di wilayah Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah. Kemudian, wilayah RT 01 sampai RT 06 Kelurahan Tumbang Rahuyan, Kecamatan Rungan Hulu. Berikutnya, RT 03 Kelurahan Tampang Tumbang Anjir dan Desa Tumbang Lampahung, Kecamatan Kurun, serta Desa Tanjung Karitak, Kecamatan Sepang

Namun, kata Rusdi, banjir paling parah terjadi di Desa Tumbang Lampahung. Bahkan, kurang lebih 80 rumah di desa itu tenggelam dan ketinggian air sampai ke  atap rumah. Namun demikian tidak ada korban jiwa.

“Jalan menuju Desa Tumbang Lampahung juga tenggelam. Banjir tersebut menimbulkan banyak kerugian materil bagi masyarakat. Hingga siang ini (kemarin siang) air masih belum surut. Hanya di Kelurahan Tewah air sudah surut,” ungkap Rusdi kepada Borneonews melalui sambungan telepon seluler, Selasa (10/5/2016) siang.

Menurut Rusdi, untuk banjir di Kelurahan Tumbang Rahuyan ma pun Kelurahan Tampang Tumbang Anjir. Ketinggian air di pemukiman penduduk rata-rata mencapai 1-2 meter dan hanya menenggelamkan lantai rumah.

“Kedaan banjir ini terus kita pantau. Petugas dari BPBD sudah ke lapangan untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir. Disamping itu, kita juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan pendataan warga yang terkena banjir,” terang dia.

Pada kesempatan tersebut, Rusdi mengharapkan masyarakat proaktif menyampaikan informasi kepada BPBD bila terjadi banjir di wilayah masing-masing. Dengan demikian, petugas dari BPBD cepat menuju lokasi kejadian.

“Dampak kerugian yang ditimbulkan akibat banjir di beberapa kecamatan di daerah ini masih didata oleh petugas bersama camat, lurah, kepala desa dan pihak terkait lainnya,” ucap kepala BPBD Gumas.

Sementara itu, Bupati Gumas Arton S Dohong mengingatkan kepada masyarakat untuk terus waspadai bencana banjir. Dalam situasi cuaca ekstrem seperti saat ini beberapa wilayah di Gumas sangat rawan banjir.

“Saat ini musim hujan dan kita tidak bisa memperkirakan kapan terjadi banjir. Saya mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati,” pesan Arton. (EPRA SENTOSA/m)