BORNEONEWS, Sampit - Lima pelaku penculikan terhadap Sartika, alias Tika, 22, dan Novika, alias Novi, 22, diringkus  jajaran Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kotim bersama anggota Polsek Ketapang, Selasa (10/5/2016).

Kedua perempuan tersebut diculik sekitar pukul 09.30 WIB. Sedangkan pelaku diringkus setelah sekitar tiga jam kemudian, di salah satu perumahan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kelima penculik itu adalah Lilis alias Popon, 22, DD, EB, AD, dan DK. 

"Lima pelaku sudah berhasil kami tangkap, satu di antaranya adalah perempuan," ujar Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Reza Fahmi, Selasa (10/5/2016).

Saat ini kedua korban masih berada di Mapolsek Ketapang untuk dimintai keterangan. Sedangkan empat pelaku pria langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan. Sementara satu pelaku perempuan yang diduga kuat pelaku utama penculikan itu masih di interogasi lebih mendalam oleh polisi. 

Dari data yang dihimpun Borneonews, penculikan itu bermula ketika korban Novi mendapatkan telepon dari pelaku bahwa ada kiriman barang dari seseorang. Pelaku mengajak bertemu di depan gudang tempat korban bekerja yang berada di Jl Rangkas I, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Setelah bertemu, korban langsung dipaksa masuk ke dalam mobil Grend Max DA 8871 AS. Namun dia berusaha memberontak. 

Tatapi usahanya itu sia-sia, karena pelaku dengan cepat memasukkan korban ke dalam mobil. Warga yang melihat hal itupun langsung berusaha mengejarnya. Tetapi gagal. 

Polisi yang datang ke tempat tersebutpun langsung melakukan pencarian. Mereka berpencar mencari pelaku penculikan tersebut. Hingga satu jam kemudian seorang teman korban berusaha menghubungi Novi. 

Novi pun langsung menjawab dan meminta untuk dijemput di Jl Jendral Sudirman, depan Dealer Toyota Anzon. Polisi langsung melakukan penjemputan, dan membawanya ke mapolsek untuk dimintai keterangan. 

Dari cerita Novi, dia diculik untuk menghubungkan dengan temannya bernama Tika, seorang karyawan di PT Toyota Anzon. Diduga kuat pelaku utama memiliki hubungan dengan Tika. 

"Setelah bertemu dengan Tika saya langsung dilepas. Dan Tika langsung dibawa," ungkap Novi, saat berada di Mapolsek.

Mendengar keterangan Novi, polisi langsung melakukan penyisiran dengan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Kotim Iptu Reza Fahmi. 

Setelah mengejar tiga jam, sekitar pukul 14.30 WIB kelima tersangka ditangkap. Mereka tertangkap setelah polisi meringkus sang sopir mobil itu, di kantor PT Unity, Jl Tjilik Riwut. Setelah dikembangkan, aparat berhasil menangkap kelima pelaku di sebuah rumah di daerah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. 

Namun sebelum ditangkap, polisi lebih dulu menemukan Tika, di sekitar Islamic Center, Jl Jendral Sudirman, dengan kondisi lemah dengan dahinya luka, dan berjalan pincang. 

Penculikan tersebut dilakukan atas suruhan seorang lelaki berinisal BY yang sudah lama naksir Tika, namun Tika tidak pernah mau menerima cinta pria itu, dan langsung memutuskan hubungan dengan memblokir nomor telepon dan pin blacberry BY. 

Korban yang tidak terima langsung menyuruh Popon dan kawan-kawan untuk menculiknya. Namun penculikan itu belum diketahui untuk apa. Karena saat ini korban dan pelaku masih dalam pemeriksaan mendalam. (HAMIM/m)