BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerima dana hibah sekitar Rp6,4 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupa peralatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Alhamdulillah, Kotim mendapat bantuan sekitar Rp6,4 miliar dari Pemprov Kalteng, bantuan itu merupakan program dana bagi hasil dana reboisasi (DBH DR) dari provinsi yang dibagi untuk dua organisasi perangkat daerah (OPD),” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, Sabtu 27 Januari 2024.
Multazam menyebutkan sebagian besar bantuan tersebut disalurkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat). Sedangkan BPBD menerima empat unit mobil APV untuk operasional, pompa mini strike, selang, dan alat komunikasi.
“Bantuan ini merupakan pengajuan yang kita disampaikan melalui bupati lalu ke gubernur, meskipun tidak semua pengajuan kami terpenuhi, tetapi kami mengapresiasi bantuan dari Pemprov Kalteng ini,” tuturnya.
Saat ini peralatan untuk menunjang kinerja BPBD Kotim memang masih kurang, dan banyak juga peralatan yang cukup tua dan sudah waktunya diperbaharui.
Contohnya, mobil tangki untuk operasional pemadaman karhutla, di BPBD Kotim saat ini ada tujuh mobil tangki, rata-rata diterima pada 2013 dan yang terbaru 2020.
Selain usia armada yang cukup tua jumlah armada tersebut jauh dari ideal, karena pihaknya memperhitungkan setidaknya perlu 25 unit armada untuk mengakomodasi seluruh wilayah Kotim.
“Kalau hitungan kami paling tidak satu kecamatan ada satu armada, karena di Kotim ada 17 kecamatan ditambah dengan kawasan perkotaan idealnya ada 25 armada,” terangnya.
--page
Oleh karena itu pihaknya berharap ke depan Pemprov Kalteng bisa mempertimbangkan bantuan armada tersebut untuk BPBD Kotim. Menurutnya dari pengajuan 2023, pihaknya mengharapkan bantuan armada roda enam untuk operasional pemadaman karhutla.
"Mudah-mudahan tahun 2025 bisa terpenuhi melalui pengajuan yang kami sampaikan 2024 ini,” ujarnya.
ANTARA









