BORNEONEWS, Kasongan - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Katingan Endang Susilawatie menuturkan jika dari tahun ke tahun angka pernikahan dini di daerahnya menurun.
Isteri Bupati Ahmad Yantenglie mengatakan itu saat menghadiri acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BGRM) ke-13 dan Hari Kesatuan Gerak (HlkG) PKK ke-44 serta Hari Keluarga Nasional ke-23 tingkat Kabupaten Katingan tahun 2016 di Desa Telaga Kecamatan Kamipang, Selasa (10/5)..
"Berdasarkan data dari BKKBN Provinsi Kalteng, angka pernikahan dini di Kabupaten Katingan sudah mulai menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya," sebut Endang Susilawatie.
Saat berada di Desa Telaga Kecamatan Kamipang,, Endang mengaku mendapat laporan dari pihak desa terkait adanya warga yang masih menikah di usia dini itu.
"Yang bersangkutan saat menikah itu baru berumur 16 tahun, dan sekarang sudah memiliki satu anak," sebutnya.
Pernikahan usia 16 tahun warga Telaga ini, kata dia, berdasarkan data pihak BPAKB dan PKK Katingan adalah pernikahan termuda di daerahnya selama ini.
"Kita tadi menyarankan kepada yang bersangkutan untuk ikut program KB (keluarga berencana) implan, sehingga jangka waktu enam tahun kemudian bisa dapat anak lagi," katanya.
Selain itu, menurut Endang, yang juga Wakil Ketua DPRD Katingan ini, dia menyarankan kepada warga setempat agar memiliki dua anak saja.
"Beda dengan dulu yang katanya banyak anak banyak rezeki, tapi sekarang cukup dua anak, sehingga keluarga tersebut bisa sejahtera, sehat dan cerdas," sebutnya.
Menciptakan keluarga sehat dan sejahtera, lanjutnya tidak terlepas dari peran seorang ibu dalam mengurus keluarga di lingkungan rumah.
"Jadi visi Kabupaten Katingan yaitu sehat, cerdas dan terbuka ini hampir semuanya menyentuh kaum perempuan," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)


