BORNEONEWS, Palangka Raya - Petani tak perlu takut gagal panen, sebab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) telah menyiapkan asuransi tanaman pangan dan asuransi ternak.
"Program asuransi petani kita ada dua, asuransi tanaman pangan dalam hal ini padi dan asuransi ternak sapi," tutur Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Sunarti, Sabtu, 27 Januari 2024.
Ia mengatakan target asuransi sektor tanaman pangan padi targetnya 36.000 hektar, kemudian sapi ada 2000 ekor.
Sunarti menjelaskan mekanisme dalam klaim asuransi adalah petani harus terdaftar dalam data simloktan.
Kemudian petani harus mempunyai kelompok tani, kemudian data luasan areal yang diusahakan dan jenis komoditinya.
--page
"Ada tim yang nantinya akan memverifikasi tingkat serangan (kegagalannya) berapa," sebut Sunarti.
Pergantian bisa diberikan untuk petani yang gagal panen karena puso, kekeringan, terdampak banjir dan hama penyakit.
Nilai asuransi untuk komoditas padi bisa sampai maksimal Rp6 juta perhektar, sedangkan sapi 10 juta per ekor. (HERMAWAN DP/j)









