BORNEONEWS, Kasongan - Warga Desa Talingke dan sejumlah warga desa lainnya di Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan sejak beberapa hari terakhir seiring mulai menyurutnya air Sungai Katingan di wilayah itu tengah panen ikan.
Selain jenis ikan baung, warga juga panen sejumlah ikan sungai lainnya, seperti salab, kapar, gabus, gurami, pipih, tapah maupun ikan lainnya termasuk udang galah.
"Sejak beberapa hari ini air Sungai Katingan mulai menyurut, dan kondisi ini menyebabkan hasil tangkapan warga desa kami yang biasa mencari ikan itu meningkat dibanding sebelumnya," sebut Madi seorang warga Desa Talingke Kecamatan Tasik Payawan, Rabu (11/5/2016).
Madi mengaku sejak sejumlah warga lain di desanya mendapat tangkapan cukup lumayan, ia dan sejumlah warga lainnya juga ikut menangkap ikan di Sungai Katingan itu.
Selain menggunakan alat tangkap jenis pasat, warga juga menggunakan alat tangkap jenis pangilar, tampirai, buwu, pancing/kail dan lainnya.
"Tidak hanya warga Desa Talingke saja yang sekarang banyak menangkap ikan di Sungai Katingan itu, tapi juga tidak sedikit warga luar daerah seperti Kereng Pangi, Kasongan dan bahkan datang dari Palangkaraya," sebutnya.
Madi mengaku dalam sehari ia bisa mendapatkan ikan berbagai jenis hingga 10 kg sampai 20 kg dari hasil jebakan pangilar itu.
"Kalau ikan berbagai jenis dihargai pengumpul Rp30 ribu per kilo, sedangkan udang galah dihargai sampai Rp70 ribu per kilonya," tuturnya.
Alan, seorang tokoh warga Talingle membenarkan jika sejak beberapa hari terakhir warga desanya panen ikan sungai itu. Menurutnya, warga setempat akan panen ikan sungai ini hingga empat bulan kedepan.
"Apalagi kalau musim kemarau dan keadaan air sungai surut, maka akan banyak ikan lagi yang bisa didapat," katanya.
Selain dari Sungai Katingan, warga setempat juga mulai mencari ikan di Danau Pangatan tidak jauh dari Desa Talingke.
"Danau Pangatan itu selama ini meski kemarau panjang tidak pernah kering, sehingga ikan yang ada tidak pernah habis," katanya.
Alan mengaku bahwa danau ini sangat bagus untuk dikembangkan sebagai obyek wisata pemancingan.
"Mungkin saja kedepannya pemerintah daerah bisa mengembangkan Danau Pangatan ini sebagai obyek wisata pemancingan, soalnya sekarang saja banyak warga luar daerah mancing di danau itu, dan hasil tangkapannya lumayan banyak," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)


