PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang Imlek atau tahun baru China, warga keturunan Tionghoa membersihkan patung dewa dewi atau rupang di salah satu kelenteng tua di Kota Palangka Raya yakni Vihara Avalokitesvara, Minggu, 28 Januari 2024. 

Pembersihan rupang ini sepekan sebelum Imlex atau dirayakan pada tanggal 10 Februari 2024. Ada 13 rupang di Vihara Avalokitesvara dibersihkan secara gotong royong, dengan bahan dan alat yang digunakan berupa air yang berisi kembang berbagai rupa, sikat, lap dan lain-lain.

Di antaranya Budha Gautama, Bodisatva Avalokitesvara/Dewi Kwan im, Buddha Maitreya dan Bodisatva Jambala. Hal ini diutarakan oleh, Ketua Majelis Budhayana Indonesia, Aphin. Dia mengatakan, kegiatan ini telah menjadi rutinitas setiap tahunnya.

"Karena makna dari membersihkan rupang ini seperti kita membersihkan kekotoran batin yang ada pada diri kita sendiri, terdapat 13 rupang dewa-dewi di Vihara Avalokitesvara yang dimandikan atau dibersihkan," katanya.

Dirinya menjelaskan, proses pembersihan rupang sendiri dimulai dengan menggunakan air kembang yang dicampur dengan tujuh jenis bunga. Kemudian dilap dengan menggunakan cairan pembersih dan kain.

--page

Sebelum kegiatan tersebut dimulai, katanya, lebih dulu memanjatkan doa sebagai bentuk permohonan izin dimulainya kegiatan.

"Biasanya kalau membersihkan rupang dewa dalam satu hari selesai. Kalau besok membersihkan dinding-dinding (kelenteng) dan besok akan mengganti lampion," jelasnya.

Ia juga memberitahukan, pada tahun ini shio naga kayu, katanya, umat mengharapkan perayaan Tahun Baru Imlek dapat membawa kedamaian khususnya bagi kondisi politik di Kalteng dan Indonesia umumnya. (MARINI/Y)