BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyerap keluhan pekebun sawit di Deli Serdang, Sumatera Utara. Seperti dalam rilis yang disampaikan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS pada Senin, 29 Januari 2024 disampaikan bahwa dengan mendengarkan keluhan para petani, Ketua Umum Partai Golkar ini mengetahui secara langsung persoalan yang ada di lapangan sehingga bisa dicarikan solusinya.
"Saya ingin mendengarkan apa saja kendalanya," kata Airlangga di Kecamatan Bangun Purba, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Airlangga menjelaskan bahwa BPDPKS setiap tahunnya mengalokasikan anggatan untuk peremajaan sawit rakyat atau PSR sekitar Rp6 triliun. Dana tersebut untuk mendanai PSR seluas 180.000 hektare.
"Akan tetapi, dalam praktiknya realisasinya hanya Rp1,5 triliun per tahun dengan total lahan sekitar 50.000 ha. Salah satunya kendalanya mungkin terkait status tanah," tuturnya.
Untuk mendapatkan dana PSR, lanjut Airlangga, lahan sawit harus clean and clear dan memiliki sertifikat HGU.
--page
"Melalui dana PSR, setiap pekebun yang tergabung ke kelompok tani bisa mendapatkan Rp30 juta untuk setiap ha lahan dengan maksimal empat ha," ujar Menteri Perindustrian periode 2016-2019 ini.
Di hadapan Airlangga, beberapa pekebun pun mengutarakan unek-unek mereka selama menggunakan dana PSR, salah satunya Ketua Koperasi Mitra Petani Mandiri Feriadi. (TESTI PRISCILLA/j)









