PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Penghimpunan Dana pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Sunari mengatakan bahwa selama 2023 BPDPKS telah merekomendasikan 3 batch teknis jalur Kemitraan program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR.

"Selama tahun 2023, terdapat 3 batch Rekomendasi Teknis jalur Kemitraan yang diterima BPDPKS," kata Sunari dalam rilisnya pada Senin, 29 Januari 2023.

Hal ini juga disampaikan Sunari saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan kegiatan kunjungan sekaligus menyerap keluhan pekebun sawit di Deli Serdang, Sumatera Utara baru-baru ini.

"Batch 1 seluas 1.709 hektare, Batch kedua seluas 1.892 hektare, dan batch ketiga seluas 1.326 hektare," katanya lagi.

Jalur Kemitraan ini menurut Sunari relatif aman.

"Persentase luasan PSR jalur Kemitraan adalah 9,3 persen dari total luasan PSR yang tersalur pada tahun 2023," kata Sunari lagi.

--page

Sebagai informasi, PSR adalah salah satu program penyaluran dana yang dikelola BPDPKS, yang berasal dari pungutan atas ekspor CPO dan produk turunannya.

"Dana BPDPKS yang diberikan adalah sebesar Rp30 juta per ha yang ditujukan untuk membantu petani sawit rakyat melakukan peremajaan atau replanting atas tanaman sawit yang sudah tua atau tak produktif lagi," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)